Food For Fun is part of "Your Morning Coffee" show with host Gery Puraatmadja on FeMale Radio 97.9 FM Jakarta. Airing every Friday from 8am to 9am, Gery will be accompanied by co-host Ade Putri as the Foodtective. Here, we will discuss light topics about foods. Who doesn't love food anyway? :)
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

12/1/10

Bukan Sekedar Sate Domba Afrika

Sate Domba

Gule Keong

Pisang Keju Mayonnaise

Sup Domba

Gule Domba
Sate Domba Afrika mendadak menjadi trend sejak dua tahun terakhir. Makanan ini, menjadi kegemaran banyak orang sejak pertama kali dikenal setelah sebuah warung Sate Domba Afrika dibuka di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Entah, apakah memang itu adalah warung yang pertama kali memperkenalkan makanan khas Mali, Afrika Barat, ini. Namun, setidaknya, memang sebagian besar mengakui pertama kali mengenal Sate Domba Afrika dari tempat ini.

Berbeda dengan sate kambing pada umumnya; pada dasarnya memang daging domba sendiri lebih nikmat. Lebih empuk, dan tidak beraroma setajam kambing. Daging domba pun di-klaim rendah kolesterol. Apakah hanya itu saja? Tentu tidak. Berbeda dengan sate yang berupa potongan daging dan dibumbui dengan bumbu kecap atau bumbu kacang, Sate Domba Afrika ini adalah bongkahan daging domba besar yang sudah dibumbui lantas kemudian dibakar, namun tidak menggunakan tusuk sate. Bumbunya pun kering. Selesai dibakar, bongkahan daging ini lantas akan dipotong-potong, dan disajikan dengan irisan bawang bombay. Sebagai condiment, tersedia sambal bawang yang biasanya dicampurkan dulu dengan mayonnaise dan kecap manis. Irisan daging domba lantas dicocolkan ke condiment tadi sebelum masuk ke mulut. Bumbu yang gurih dan kering ini membuat daging domba tidak rusak rasanya dengan dominasi bumbu yang terlalu kuat. Sempurna sekali, terutama bagi Anda penggemar daging.

Seperti halnya penyajian makanan ini di sana, Sate Domba Afrika di sini juga disajikan dengan Pisang Goreng. Toh, ini tidak menjadi kewajiban. Bagi Anda yang sudah terbiasa menyantap nasi, silakan saja menikmati sajian ini dengan nasi putih.

Nah, sekarang Anda saya ajak jalan-jalan mampir ke salah satu kedai Domba Afrika di bilangan Jl. Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan. Di sini, semua menunya harus dicoba. Selain - tentu saja - Sate Domba Afrika, mereka juga menyediakan Sup Domba, Gulai Domba, Nasi Goreng Domba, dan juga... Gulai Keong! Sup Domba-nya segar. Gulai Domba-nya mantap. Nasi Goreng Domba-nya lumayan. Dan, Gulai Keong-nya pun enak! Saya juga sempat mencoba Pisang Keju Mayonnaise-nya. Pisangnya sepertinya di-pan fried, jadi justru enak banget. Sempat memesan Pisang Keju Susu Mayonnaise, tapi ternyata untuk susunya mereka memakai susu kental manis cokelat. Ehm, nggak nyambung deh sama Domba Afrika-nya. Tapi kalau dianggap sebagai dessert, oh well, not bad laaah :)

Anda tetap masih takut serangan darah tinggi? Silakan pesan jus belimbing kalau begitu. This one is really worth a try. Even better, it's a must try!

11/24/10

Menjajal Kwetiaw Mun di Akhiang 79




Nah, yang ini adalah salah satu langganan tempat makan malam saya. Namanya, sesuai yang tertera di gambar pertama; Akhiang 79.


Menu andalan saya di sini adalah Kwetiau Mun, atau yang di tempat lain juga dikenal dengan nama Kwetiau Bun. Disajikan dalam porsi yang cukup besar, Kwetiau Mun ini bagaikan perpaduan antara Kwetiau Goreng dengan Kwetiau Siram. Jadi, mirip Kwetiau Goreng tapi basah. Kalau Anda penggemar Mie Jawa, pasti ngerti istilah "nyemek" dong? Nah, begitulah kira-kira penggambarannya.


Isinya sendiri, terdiri dari irisan daging has sapi, urat sapi, shenkel, baso, babat, tauge dan sawi hijau. Tentu saja isinya bisa disesuaikan dengan keinginan kita.


Selain Kwetiau Mun, menu lain dari Akhiang 79 seperti Kwetiau Siram, Kwetiau Goreng, Kwetiau Kuah atau Sop juga boleh diacungi jempol. Baso kuah-nya pun, enak banget. Dengan bawang putih mendominasi rasa kuah yang gurih, mungkin keluarga Cullen tidak tertarik. Tapi saya yakin 95% dari Anda akan menyukainya. 


Untuk departemen condiment, di atas setiap mejanya, Akhiang 79 menyediakan sambal, cuka, kecap asin dan lada. Saya sendiri biasa membubuhkan sambal saja. Kadang saya meminta ekstra minyak bawang putih (yang akan datang beserta crispy garlic chunks-nya... Yumm!) untuk menambah mantapnya Kwetiau Mun pesanan saya. 


Pada daftar minuman, selain air mineral kemasan serta soft drink, tersedia es jeruk murni, es susu (kedelai), liang teh dan es kacang hijau. Untuk disandingkan dengan gurihnya masakan-masakan jempolan tadi, saya sarankan Anda memesan es jeruk atau liang teh. Ciamik!


O ya, sekedar informasi, Akhiang 79 ini baru buka sore hari menjelang Maghrib, dan biasanya buka sampai dengan pukul 01.00 dini hari. Selamat mencoba!

2/10/10

Seafood 68


Seafood 68
Jl. Wolter Monginsidi No. 58, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Dulu, ada satu tempat seafood pinggir jalan di bilangan Jatinegara yang pernah beberapa kali saya datangi. Menjadi favorit saya, karena Kerang Hijau Rebus-nya, meminjam istilah di JS, patoet dipoedjiken. Dengan citarasa bawang putih yang tipis di belakang untuk memperkuat gurihnya, kerang-kerang berukuran di atas sekadar sedang ini selalu direbus selalu pada tingkat kematangan yang pas, nggak pernah overcooked. Seingat saya, hanya menu ini yang selalu saya pesan pada setiap kunjungan saya ke sana.

Sayangnya, saya lupa di mana persisnya letak seafood ping-jal itu. Maklum, 'gagap' Jatinegara, pula 'gagap' Jakarta Timur. Tapi pada suatu malam, setelah capek-capekan di Dufan bareng beberapa teman cewek, Taiya (salah satu di antara teman-teman saya tadi), ngajakin untuk makan seafood dulu. Yang dipilih adalah sebuah tempat makan seafood pinggir jalan di Jl. Wolter Monginsidi ini. Posisinya di sebelah BCA, di satu area dengan Guardian dan RM Sederhana.

Waktu saya nyobain Kerang Hijau Rebus-nya, ugh!!! CLBK. Cinta Lama Bangkit Kembali. Ini sih pasti sama kayak yang di Jatinegara itu! I can't be wrong! Rasa garlic yang tipis di belakang, dan cara merebus yang tepat... Kok bisa sama banget gini ya? Ternyata, pas baca di tendanya, memang ada tulisan "Cabang Jatinegara". Yaaa, di Jatinegara memang biangnya seafood ping-jal. Tapi saya yakin banget; ini memang tempat favorit saya yang 'hilang' itu! Karena bukan penggemar saus cocolan kerang yang merupakan campuran saos tomat, kacang dan nanas halus, jadinya saya memesan saus cocolan untuk udang rebus yang merupakan campuran saos sambal dan bawang putih halus. Simply delicious.

Uh, oh. Parahnya, setelah nyobain makanan yang lain, ternyata semuanya memang enak banget! Jadi bukan cuma Kerang Hijau Rebus-nya. Kepiting Saos Padang, Udang Goreng Mentega, Cumi Saos Tiram sampai Sah Kangkung... Semuanya, masih meminjam istilah JS tadi, patoet dipoedjiken!

Menu Kepiting Saos Padang, datang dalam 2 ekor kepiting dengan saos yang pedas dan kaya sekali akan bumbu. Berbeda dengan saos padang di kebanyakan tempat seafood ping-jal lainnya yang pernah saya coba yang rata-rata cenderung kuat rasa manisnya. Kepitingnya juga segar, terlihat dari kepadatan, tekstur dan rasa dagingnya yang manis. Very scrumptious! Cangkang kepiting juga sudah dihancurkan dengan nut cracker oleh staf mereka, sehingga kita tinggal mengupas dengan sangat mudahnya. Nyaris tanpa perjuangan lagi.

Satu yang juga layak di-highlight adalah Cah Kangkung-nya. Tempat yang satu ini memasak sayur kangkung sesuai sekali dengan selera saya. Taste-nya pedas gurih, dengan sentuhan rasa tauco yang cukup dominan, dan kangkungnya juga tampil masih dalam bentuk yang baik dan warna hijau segar. Ini cukup berbeda dengan tempat makan lain yang seringkali menyajikan Cah Kangkung ketika daunnya sudah jadi sangat layu dan warnanya sudah menjadi kecokelatan.

Nah, apa lagi yang perlu saya ceritakan sekarang selain estimasi kerusakan di tempat ini? Well, well, well... Ini dia, sedikit catatan dari bon-bon yang masih tersimpan:

Kerang Hijau Rebus: 5K (kadang-kadang dihargai 6K, entah tergantung apanya)
Kepiting Saos Padang: 45K
Udang Rebus: 10K
Cumi Saos Tiram: 15K
Cumi Goreng Tepung: 16K
Ikan Cue Bakar: 35K
Cah Kangkung: 5K
Nasi Putih: 3K
Es Jeruk: 5K
Es Teh Tawar: 1K

Reasonable price? Uh. I think it's more than just reasonable. It's damn cheap!

Foodtective-licious-o-meter:
Taste: 10 of 10
Food Presentation: 10 of 10
Service: 9 of 10
Hygienic Level: 8 of 10

2/6/10

Spesial Belut Bu Hadi


Spesial Belut Bu Hadi

Jl. Kertajaya Indah Timur No. 8 (GOR Bulutangkis Sudirman), Surabaya. 
Telp: (031) 70845938 / 60599943 

Saya benci sekali melihat belut hidup yang dijual di sejumlah supermarket. Entah, apakah karena bentuknya yang agak buruk dan terkesan jahat, atau mungkin saya lebih ingin melihatnya sudah matang dan tersaji cantik di meja makan…

Dalam kunjungan ke Surabaya kemarin, saya langsung mengiyakan ketika seorang teman ibu saya mengajak makan pecel belut. Sempat, nyaris 1 jam lamanya kami berputar-putar ke 2 tempat yang berbeda tanpa hasil karena ternyata tempat pecel belut di kedua lokasi itu rupanya sudah tidak ada. Dan akhirnya kami berhasil menemukan lokasi pindahannya yang tak jauh dari Mall Galaxy. Berbentuk sebuah kedai sederhana yang terbuka namun bersih, kita bisa melihat proses memasak yang dilakukan di sisi luar. Kami lantas disambut dengan sangat ramah oleh lelaki paruh baya yang adalah suami Bu Hadi.

Kami memesan seporsi Pecel Belut Kering (Rp13.000), Pecel Belut Biasa (Rp13.000), Pecel Belut Basah (Rp13.000) dan Pecel Belut Elek (Rp13.000). Yang membedakan antara Pecel Belut yang kering, biasa dan basah, tentu saja hanya tingkat crispness-nya. Pecel Belut Kering dipilihkan untuk adik saya (yang terlihat jelas memang belum ‘belut-friendly’), saya memilih Pecel Belut Biasa, dan Pecel Belut Basah langsung dimonopoli oleh teman ibu. Ibu saya, demi mencoba sesuatu yang lain, memilih Pecel Belut Elek. Yang membedakan Pecel Belut Elek ini adalah belutnya dimasak terlebih dahulu dengan ciu. Penyajian keempat pesanan kami ini sama. Dengan penyajian di wadah cobek yang terbuat dari tanah liat, yang terletak di bagian paling dasar adalah sambal, lantas susunan potongan belut goreng dengan jumlah yang banyak, lantas terakhir adalah bawang putih goreng yang ditumbuk di atasnya. Bawang putih dengan porsi banyak ini sebelumnya digoreng utuh. Iya, utuh; lengkap dengan kulitnya. Jadi setelah matang dan ditumbuk di atas belut, penampilannya semakin cantik dengan beberapa helai kulit bawang putih yang terlihat merekah. Tingkat kepedasan sambal yang terbuat dari cabai, bawang merah dan terasi itu pun bisa diatur sesuai selera. Saya memesan yang pedasnya sedang; itu pun sudah cukup membuat keringat saya bercucuran lumayan deras.

Daging belut yang masih moist pada Pecel Belut Basah ternyata enak banget. Tidak amis sama sekali! Kalau Pecel Belut Elek, ada di pertengahan, antara yang basah dengan yang biasa. Ada nuansa rasa masakan Chinese di belakang, akibat bumbu ciu tadi. Unik rasanya. Yang jelas, semuanya enak sekali. Perpaduan sambal bawang merah yang pedas dengan daging belut yang memang gurih, ditambah tumbukan bawang putih goreng, membuat sensasi rasa yang sangat kuat. Yummm… Asli, nendang! Saya pasti akan selalu menyempatkan diri ke tempat ini kalau lain kali ke Surabaya lagi!

Contekan harga lainnya dari menu; Pecel Lele (Rp12.000), Belut Saos Inggris Kering (Rp13.000), Belut Saos Inggris Biasa (Rp13.000), Belut Saos Inggris Basah (Rp13.000), Nasi Putih (Rp3000). Oya, untuk pesanan take away, pecel-pecel ini ternyata tetap disajikan dengan wadah cobeknya lho. Lucu juga.

Oh, this one is definitely not for you, Mr. Dracula!!!


Foodtective-licious-o-meter:
Taste: 10 of 10
Food Presentation: 10 of 10
Service: 9 of 10
Hygienic Level: 8 of 10