Food For Fun is part of "Your Morning Coffee" show with host Gery Puraatmadja on FeMale Radio 97.9 FM Jakarta. Airing every Friday from 8am to 9am, Gery will be accompanied by co-host Ade Putri as the Foodtective. Here, we will discuss light topics about foods. Who doesn't love food anyway? :)

12/22/10

Mie Ayam Shanghai

Ini menu baru di catering Kedai Jingga milik Ibu Roosje. Saya mendapat kehormatan untuk mencicipi menu yg satu ini, sebelum nantinya akan mulai dipasarkan pekan depan. Ihiiiy!

Berpenampilan layaknya mie ayam pada umumnya; Mie Ayam Shanghai ini datang dalam porsi yang cukup untuk ukuran perempuan. Porsi sopan lah, istilah saya; mungkin tidak mengenyangkan, tapi, saya tekankan lagi: cukup. Dengan topping ayam rebus dan jamur, hidangan ini juga masih dihias dengan taburan bawang putih goreng yang crunchy dan irisan daun bawang yang menguatkan rasa gurih pada hidangan ini. Tekstur mie-nya tipis. Bumbunya terasa minimalis; sederhana namun nikmat. Ibu Roosje sempat bercerita bahwa ia hanya menggunakan lemak ayam asli sebagai bumbu dasarnya, tanpa menambahkan kaldu instant, apalagi MSG. Ayam yang digunakan juga ayam petelor; yang tekstur dagingnya memang berbeda. Setelah direbus dalam kurun waktu yang cukup lama, daging ayam petelor akan empuk tanpa membuatnya menjadi lembek dan hancur. Yang perlu di-highlight adalah kulit ayamnya yang tetap chewy namun tidak terasa fatty. Ciamik!

Mie Ayam Shanghai ini, saya berikan nilai 9 dari 10. Dan hari itu, saya langsung makan 2 porsi; because one is never enough :p

Harga per-porsi, dengan tambahan 2 butir baso sapi, dijual seharga Rp. 12.500,- saja. Belum termasuk pelayanan atau jasa catering. Oya, sekedar info, baso sapi Ibu Roosje ini juga sudah terkenal jauh sebelum Mie Ayam Shanghai ini diciptakan. Home made, tanpa pengawet juga, dan konon sudah sering dibawa ke luar negeri sebagai buah tangan oleh beberapa pejabat. Wow :) Harus dicoba juga nih!

Untuk info catering Kedai Jingga, hubungi langsung ibu Roosje ya di 081318120111 atau 087878141669. Menurut seorang pelanggan, ia selalu memesan Nasi Nusantara, Nasi Bogana atau Nasi Campur-nya. Hmm... Kira-kira kapan ya saya dikasih menyicipi masakan-masakan itu? :D

12/1/10

Bukan Sekedar Sate Domba Afrika

Sate Domba

Gule Keong

Pisang Keju Mayonnaise

Sup Domba

Gule Domba
Sate Domba Afrika mendadak menjadi trend sejak dua tahun terakhir. Makanan ini, menjadi kegemaran banyak orang sejak pertama kali dikenal setelah sebuah warung Sate Domba Afrika dibuka di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Entah, apakah memang itu adalah warung yang pertama kali memperkenalkan makanan khas Mali, Afrika Barat, ini. Namun, setidaknya, memang sebagian besar mengakui pertama kali mengenal Sate Domba Afrika dari tempat ini.

Berbeda dengan sate kambing pada umumnya; pada dasarnya memang daging domba sendiri lebih nikmat. Lebih empuk, dan tidak beraroma setajam kambing. Daging domba pun di-klaim rendah kolesterol. Apakah hanya itu saja? Tentu tidak. Berbeda dengan sate yang berupa potongan daging dan dibumbui dengan bumbu kecap atau bumbu kacang, Sate Domba Afrika ini adalah bongkahan daging domba besar yang sudah dibumbui lantas kemudian dibakar, namun tidak menggunakan tusuk sate. Bumbunya pun kering. Selesai dibakar, bongkahan daging ini lantas akan dipotong-potong, dan disajikan dengan irisan bawang bombay. Sebagai condiment, tersedia sambal bawang yang biasanya dicampurkan dulu dengan mayonnaise dan kecap manis. Irisan daging domba lantas dicocolkan ke condiment tadi sebelum masuk ke mulut. Bumbu yang gurih dan kering ini membuat daging domba tidak rusak rasanya dengan dominasi bumbu yang terlalu kuat. Sempurna sekali, terutama bagi Anda penggemar daging.

Seperti halnya penyajian makanan ini di sana, Sate Domba Afrika di sini juga disajikan dengan Pisang Goreng. Toh, ini tidak menjadi kewajiban. Bagi Anda yang sudah terbiasa menyantap nasi, silakan saja menikmati sajian ini dengan nasi putih.

Nah, sekarang Anda saya ajak jalan-jalan mampir ke salah satu kedai Domba Afrika di bilangan Jl. Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan. Di sini, semua menunya harus dicoba. Selain - tentu saja - Sate Domba Afrika, mereka juga menyediakan Sup Domba, Gulai Domba, Nasi Goreng Domba, dan juga... Gulai Keong! Sup Domba-nya segar. Gulai Domba-nya mantap. Nasi Goreng Domba-nya lumayan. Dan, Gulai Keong-nya pun enak! Saya juga sempat mencoba Pisang Keju Mayonnaise-nya. Pisangnya sepertinya di-pan fried, jadi justru enak banget. Sempat memesan Pisang Keju Susu Mayonnaise, tapi ternyata untuk susunya mereka memakai susu kental manis cokelat. Ehm, nggak nyambung deh sama Domba Afrika-nya. Tapi kalau dianggap sebagai dessert, oh well, not bad laaah :)

Anda tetap masih takut serangan darah tinggi? Silakan pesan jus belimbing kalau begitu. This one is really worth a try. Even better, it's a must try!

11/24/10

Menjajal Kwetiaw Mun di Akhiang 79




Nah, yang ini adalah salah satu langganan tempat makan malam saya. Namanya, sesuai yang tertera di gambar pertama; Akhiang 79.


Menu andalan saya di sini adalah Kwetiau Mun, atau yang di tempat lain juga dikenal dengan nama Kwetiau Bun. Disajikan dalam porsi yang cukup besar, Kwetiau Mun ini bagaikan perpaduan antara Kwetiau Goreng dengan Kwetiau Siram. Jadi, mirip Kwetiau Goreng tapi basah. Kalau Anda penggemar Mie Jawa, pasti ngerti istilah "nyemek" dong? Nah, begitulah kira-kira penggambarannya.


Isinya sendiri, terdiri dari irisan daging has sapi, urat sapi, shenkel, baso, babat, tauge dan sawi hijau. Tentu saja isinya bisa disesuaikan dengan keinginan kita.


Selain Kwetiau Mun, menu lain dari Akhiang 79 seperti Kwetiau Siram, Kwetiau Goreng, Kwetiau Kuah atau Sop juga boleh diacungi jempol. Baso kuah-nya pun, enak banget. Dengan bawang putih mendominasi rasa kuah yang gurih, mungkin keluarga Cullen tidak tertarik. Tapi saya yakin 95% dari Anda akan menyukainya. 


Untuk departemen condiment, di atas setiap mejanya, Akhiang 79 menyediakan sambal, cuka, kecap asin dan lada. Saya sendiri biasa membubuhkan sambal saja. Kadang saya meminta ekstra minyak bawang putih (yang akan datang beserta crispy garlic chunks-nya... Yumm!) untuk menambah mantapnya Kwetiau Mun pesanan saya. 


Pada daftar minuman, selain air mineral kemasan serta soft drink, tersedia es jeruk murni, es susu (kedelai), liang teh dan es kacang hijau. Untuk disandingkan dengan gurihnya masakan-masakan jempolan tadi, saya sarankan Anda memesan es jeruk atau liang teh. Ciamik!


O ya, sekedar informasi, Akhiang 79 ini baru buka sore hari menjelang Maghrib, dan biasanya buka sampai dengan pukul 01.00 dini hari. Selamat mencoba!

11/23/10

Sayur Pocai Dengan Tiga Macam Telur



Kalau berkunjung ke restoran yang menyajikan Chinese food, jika memang tersedia, saya selalu memesan menu yang satu ini: Sayur Pocai dengan Tiga Macam Telur. 


Biarpun memakai "judul" sayur pocai, namun pada kenyataannya tidak semua benar-benar memakai sayur pocai. Setidaknya, sejauh ini, yang saya temukan semuanya memakai sayur horenso alias bayam Jepang. Toh, tetap saja enak. Tiga jenis telur yang digunakan adalah telur ayam, telur asin, dan telur pitan - atau yang dikenal juga dengan sebutan telur seribu tahun. Berkuah encer dengan citarasa gurih, sulit sekali rasanya menolak sajian satu ini. Sempurna dimakan begitu saja, namun masih bisa menerima tambahan condiment irisan cabai rawit (tanpa kecap asin lagi, karena basically gurihnya sudah cukup), atau chili oil.


Beberapa tempat yang menyediakan Sayur Pocai dengan Tiga Macam Telur ini di antaranya adalah Dim Sum Festival (Kemang), Jun Njan (Arteri Pondok Indah), Crystal Jade (Plaza Senayan) dan Pines (Central Park). Rasa di satu tempat dan tempat lainnya? Sebelas dua belas, alias nyaris tak ada perbedaan. Namun, dari kuantita, saya pastikan Pines menyuguhkan dalam porsi paling besar.


Oh, well. Selamat menikmati :)

Oleh-Oleh dari Palembang: Kerupuk Ikan Belida



Sahabat saya, Tria Nuragustina - yang juga adalah redaksi boga dari majalah Femina - membawakan saya kerupuk ikan belida dari Palembang. Istimewa sekali. Karena selain enak banget, ukuran kerupuk ini juga raksasa; berdiameter tak kurang 70 cm!


Coba lihat dengan perbandingan handphone Nokia 6300 dan kalkulator yang saya letakkan di atasnya. Amazing, huh?

7/19/10

Festival Jajanan Bango 2010


Kemaren, saya menyempatkan diri berpanas-panasan jalan dari parkiran Plaza Senayan menuju Plaza Selatan area Gelora Bung Karno untuk mampir ke acara Festival Jajanan Bango 2010. Berikut ini sedikit foto oleh-oleh :D

Stand sop kaki kambing Dudung Roxy

Nasi Ulam
 
Mie item

 
Sate Telesketep alias Sate Brutu

Ini nasi ulam juga... Tapi ternyata jenisnya berbeda dengan nasi ulam yang kami coba sebelumnya. Yang ini memang pilihan lauknya lebih banyak. Tapi untuk basic nasi ulam-nya, saya prefer yang pertama.

Tampak lahap yesss :D *maaf candid*


Sibuk memilih lauk

  
Panggung hiburan di FJB 2010. 
Ini pas band-nya Vicky Sianipar yang perform. Bagus banget :)


4/12/10

Oleh-Oleh Dari Bali: Foto Makanan!

Awal bulan April 2010 kemarin, saya ditugaskan oleh FeMale Radio untuk pergi ke Bali dan, tentu saja, memberikan laporan tentang kuliner di sana. Belum banyak yang bisa saya ceritakan. Tapi untuk sementara, cek dulu deh foto-fotonya. Nanti saya akan ceritakan lebih detail di postingan berikutnya yesss :)


Lawar Cumi di Bamboo Cafe, Sanur

Ayam Bakar Pelecing di Bebek Tepi Sawah, Ubud

Ayam Bakar Madu di Bebek Tepi Sawah, Ubud

Ayam Betutu di Betutu Gilimanuk, Renon, Denpasar

Beef Burrito di Mojo's Burrito, Ubud

Ayam Betutu di Warung Sederhana, By Pass, Sanur

Corn Cream Soup (yg ternyata nggak creamy tapi enak banget) 
di Warung Yamamoto, Ubud

Caramel Pudding di Bebek Tepi Sawah

Coconut Cake di Bebek Tepi Sawah, Ubud

Sop Ikan dan Ikan Goreng di Mak Beng, Sanur

Baby back ribs di Nacho Mama, Ubud

Chicken Quesadilla (sambil iseng pesen Cilantro Rice)
di Mojo's Burrito, Ubud

Nasi Ayam Ibu Mangku di Kedewatan, Ubud

Rujak Kuah Pindang di Nadi Jaya, Tuban

Fish and Chips di Twice Diner, Poppies 2, Legian, Kuta

KickAss Burger di Twice Diner, Poppies 2, Legian, Kuta

Bebek Goreng Crispy di Bebek Tepi Sawah, Ubud


Meanwhile, please enjoy the pics! Eits, rapatkan bibir! Jangan sampai ngiler lantas banjir! :D




Love,
Ade Putri the Foodtective